Metro-Jejak-berita.com–Rencana penggunaan anggaran 27,23 Milyar untuk penanganan Covid-19 di Kota Metro kembali disoal Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota setempat.
Kali ini datang dari Wakil Ketua II DPRD Kota Metro Ahmad Kuseini, ia mempertanyakan pernyataan Sekda Kota Metro Nasir AT soal alokasi dana sebesar 27,23 Milyar yang diperuntukan pada Dinas Kesehatan, Rumah Sakit dan Dinas Sosial.
“Dana yang dialokasikan sebesar 27,23 Milyar untuk penanganan covid-19 yang berasal dari bantuan pusat harus dialokasikan dengan jelas. Pernyataan sekda bahwa alokasi dana tersebut 6,8 Milyar untuk dinas kesehatan, 15 Milyar untuk rumah sakit dan 4,4 Milyar untuk dinas sosial,” ujarnya kepada media, Kamis (02/04).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga meminta pemerintah Kota setempat harus jelas dan transparan dalam mengelola anggaran tersebut. Selain itu alokasi anggaran juga harus tepat sasaran.
“Harapannya penggunaan dana sesuai dengan alokasi yang sudah ditentukan. Jadi dalam penganggarannya program harus jelas, tepat sasaran sehingga dapat menjadi percepatan penanganan Covid-19. Kalau dengan dana tersebut belum mencukupi, tambahkan asalkan sesuai dengan kebutuhan yang jelas dalam penanganan virus ini,” kata Kuseini.
Dirinya juga mengimbau masyarakat Kota Metro untuk tetap waspada namun tidak panik. Selalu menjaga kesehatan dan tetap dirumah saja mentaati imbauan pemerintah.
Sebelumnya, Wakil Ketua I DPRD Kota Metro Anna Morinda juga menyoroti besaran anggaran yang bakal dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Anna mempertanyakan rencana penggunaan anggaran 27,23 Milyar.
“Pada prinsipnya DPRD support apapun demi menghadapi Corona. Tapi dalam hal pengawasan dan fungsi budget, kita minta sekda jelaskan anggaran 27,23 Milyar itu dari anggaran apa saja. Kemudian apa dasar pemerintah menetapkan keperluan anggaran 27,23 Milyar. Karena di jawa saja, kabupaten yang luas dengan zona merah hanya mengalokasikan anggaran sebesar 10 milyar,” ujar Anna saat dikonfirmasi media, Senin (30/03) lalu. (rls)